sumber gambar : mardehistorias.wordpress.com
Pada Hari Sabtu siang, Pak Bambang memasuki ruang kelas X yang berada di pojok lantai 3 sekolah. Suasana di kelas seperti biasa “ramai-ramai-tenang-senyap”, mereka sepakat untuk melaksanakan sistem PMKT saat berada di sekolah alias Pak guru Masuk Kita Tenang dengan tujuan menghindari marah pak guru. Pak Bambang memulai kelasnya dengan memberi tahu informasi dari sekolah.
“Mulai senin depan sekolah akan mulai menyelenggarakan TPM dikarenakan Ujian Nasional Kurikulum 2013 kalian akan diadakan tahun 2015 ketika kalian duduk di kelas XI,” jelas Pak Bambang. “Besok senin jangan lupa membawa pensil 2B, karet penghapus,penggaris, dan alat tulis seperlunya. Ada yang ingin ditanyakan sebelum pelajaran dimulai,” terang Pak Bambang. “Pak.. TPM itu apa?” tanya Mahli yang berada di pojok sambil mengacungkan tangan. Mada mengacungkan tangan “saya tahu pak.” “Yaa silahkan Mada.”
“Teladan Pulang Malam pak.” Suasana kelas yang tenang dengan sekejab dipenuhi gelak tawa karena tingkah Mada siang itu.
Setelah selesai Kegiatan Belajar Mengajar(KBM), Pak Bambang yang merupakan teman dekat ayah Hizka, menemui Hizka dan memberitahu bahwa beliau dan ayahnya telah sepakat untuk melakukan jam tambahan sampai malam setiap Hari Sabtu dan Kamis karena ayahnya takut kalau-kalau Hizka tidak lulus dan tidak masuk SNMPTN. Hizka hanya mengangguk tanda mengerti.
Bertempat di Ruang Multi Media sekolah Pak Bambang menjelaskan tentang Reproduksi, Ameoba, serta Ekosistem Muka Bumi sampai pukul 9 malam. Setelah berpamitan dengan Pak Bambang, Hizka bemaksud untuk menemui pacarnya yang menempati kos di dekat sekolah dan memintanya mengantarkan pulang. Namun Hizka begitu terkejut bukan kepayang ketika menetahui pintu gerbang Sekolah sudah terkunci rapat. Rupanya Hizka ataupun Pak Bambang lupa untuk meminta izin pada sekolah karena “forum” yang diadakan Pak Bambang mendadak. Hizka segerera mencari satpam sekolah di seluruh kompas (Utara Selatan Barat Timur) sekoalah, namun tidak ada termasuk di Pos Satpam. Hizka hanya menemukan Pak Bambang di Ruang Guru sedang membuat soal untuk TPM besok senin, dan memang berencana lembur sampai pagi besok. Hizka bermaksud untuk meminjam handphone Pak Bambang karena ia lupa membawa handphone, namun sayang Pak Bambang juga lupa membawa handphone. Singkat cerita, akhirnya Hizka terpaksa menginap di sekolah malam minggu itu dengan kekecewaan mendalam atas insiden menyedihkan itu.
Minggu, 02 Februari 2014
Contoh Teks Anekdot
TPM Bermasalah
sumber gambar : mardehistorias.wordpress.com
Pada Hari Sabtu siang, Pak Bambang memasuki ruang kelas X yang berada di pojok lantai 3 sekolah. Suasana di kelas seperti biasa “ramai-ramai-tenang-senyap”, mereka sepakat untuk melaksanakan sistem PMKT saat berada di sekolah alias Pak guru Masuk Kita Tenang dengan tujuan menghindari marah pak guru. Pak Bambang memulai kelasnya dengan memberi tahu informasi dari sekolah.
“Mulai senin depan sekolah akan mulai menyelenggarakan TPM dikarenakan Ujian Nasional Kurikulum 2013 kalian akan diadakan tahun 2015 ketika kalian duduk di kelas XI,” jelas Pak Bambang. “Besok senin jangan lupa membawa pensil 2B, karet penghapus,penggaris, dan alat tulis seperlunya. Ada yang ingin ditanyakan sebelum pelajaran dimulai,” terang Pak Bambang. “Pak.. TPM itu apa?” tanya Mahli yang berada di pojok sambil mengacungkan tangan. Mada mengacungkan tangan “saya tahu pak.” “Yaa silahkan Mada.”
“Teladan Pulang Malam pak.” Suasana kelas yang tenang dengan sekejab dipenuhi gelak tawa karena tingkah Mada siang itu.
Setelah selesai Kegiatan Belajar Mengajar(KBM), Pak Bambang yang merupakan teman dekat ayah Hizka, menemui Hizka dan memberitahu bahwa beliau dan ayahnya telah sepakat untuk melakukan jam tambahan sampai malam setiap Hari Sabtu dan Kamis karena ayahnya takut kalau-kalau Hizka tidak lulus dan tidak masuk SNMPTN. Hizka hanya mengangguk tanda mengerti.
Bertempat di Ruang Multi Media sekolah Pak Bambang menjelaskan tentang Reproduksi, Ameoba, serta Ekosistem Muka Bumi sampai pukul 9 malam. Setelah berpamitan dengan Pak Bambang, Hizka bemaksud untuk menemui pacarnya yang menempati kos di dekat sekolah dan memintanya mengantarkan pulang. Namun Hizka begitu terkejut bukan kepayang ketika menetahui pintu gerbang Sekolah sudah terkunci rapat. Rupanya Hizka ataupun Pak Bambang lupa untuk meminta izin pada sekolah karena “forum” yang diadakan Pak Bambang mendadak. Hizka segerera mencari satpam sekolah di seluruh kompas (Utara Selatan Barat Timur) sekoalah, namun tidak ada termasuk di Pos Satpam. Hizka hanya menemukan Pak Bambang di Ruang Guru sedang membuat soal untuk TPM besok senin, dan memang berencana lembur sampai pagi besok. Hizka bermaksud untuk meminjam handphone Pak Bambang karena ia lupa membawa handphone, namun sayang Pak Bambang juga lupa membawa handphone. Singkat cerita, akhirnya Hizka terpaksa menginap di sekolah malam minggu itu dengan kekecewaan mendalam atas insiden menyedihkan itu.
sumber gambar : mardehistorias.wordpress.com
Pada Hari Sabtu siang, Pak Bambang memasuki ruang kelas X yang berada di pojok lantai 3 sekolah. Suasana di kelas seperti biasa “ramai-ramai-tenang-senyap”, mereka sepakat untuk melaksanakan sistem PMKT saat berada di sekolah alias Pak guru Masuk Kita Tenang dengan tujuan menghindari marah pak guru. Pak Bambang memulai kelasnya dengan memberi tahu informasi dari sekolah.
“Mulai senin depan sekolah akan mulai menyelenggarakan TPM dikarenakan Ujian Nasional Kurikulum 2013 kalian akan diadakan tahun 2015 ketika kalian duduk di kelas XI,” jelas Pak Bambang. “Besok senin jangan lupa membawa pensil 2B, karet penghapus,penggaris, dan alat tulis seperlunya. Ada yang ingin ditanyakan sebelum pelajaran dimulai,” terang Pak Bambang. “Pak.. TPM itu apa?” tanya Mahli yang berada di pojok sambil mengacungkan tangan. Mada mengacungkan tangan “saya tahu pak.” “Yaa silahkan Mada.”
“Teladan Pulang Malam pak.” Suasana kelas yang tenang dengan sekejab dipenuhi gelak tawa karena tingkah Mada siang itu.
Setelah selesai Kegiatan Belajar Mengajar(KBM), Pak Bambang yang merupakan teman dekat ayah Hizka, menemui Hizka dan memberitahu bahwa beliau dan ayahnya telah sepakat untuk melakukan jam tambahan sampai malam setiap Hari Sabtu dan Kamis karena ayahnya takut kalau-kalau Hizka tidak lulus dan tidak masuk SNMPTN. Hizka hanya mengangguk tanda mengerti.
Bertempat di Ruang Multi Media sekolah Pak Bambang menjelaskan tentang Reproduksi, Ameoba, serta Ekosistem Muka Bumi sampai pukul 9 malam. Setelah berpamitan dengan Pak Bambang, Hizka bemaksud untuk menemui pacarnya yang menempati kos di dekat sekolah dan memintanya mengantarkan pulang. Namun Hizka begitu terkejut bukan kepayang ketika menetahui pintu gerbang Sekolah sudah terkunci rapat. Rupanya Hizka ataupun Pak Bambang lupa untuk meminta izin pada sekolah karena “forum” yang diadakan Pak Bambang mendadak. Hizka segerera mencari satpam sekolah di seluruh kompas (Utara Selatan Barat Timur) sekoalah, namun tidak ada termasuk di Pos Satpam. Hizka hanya menemukan Pak Bambang di Ruang Guru sedang membuat soal untuk TPM besok senin, dan memang berencana lembur sampai pagi besok. Hizka bermaksud untuk meminjam handphone Pak Bambang karena ia lupa membawa handphone, namun sayang Pak Bambang juga lupa membawa handphone. Singkat cerita, akhirnya Hizka terpaksa menginap di sekolah malam minggu itu dengan kekecewaan mendalam atas insiden menyedihkan itu.
Langganan:
Komentar (Atom)